▴ ▴ - Dishub Purworejo dan Bank Jateng Bahas Integrasi Sistem E-Parkir dan QRIS
- Dishub Kabupaten Purworejo Ikut Meriahkan GEMAR, Senam Bersama Bupati
- koordinasi dengan bank jateng terkait Qris Parkir di kabupaten Purworejo
- Verifikasi Usulan Karcis Kadaluwarsa Dinhub Kab Purworejo
- Dishub Purworejo Ikuti Cek Kesehatan Bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo
- Dishub Purworejo Gelar Upacara Peringatan Hari Anak Nasional Ke-42 Tahun 2026
- Selamat Hari Anak Nasional 2026
- Pengukuran dan Pemeriksaan Ulang Dimensi Kendaraan Bus
- Pemilihan Abdi Yasa Teladan Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026
- Dishub Purworejo Gelar Upacara Peringatan Hari Anak Nasional Ke-42 Tahun 2026
Aturan Ketika Melewati Pintu Perlintasan Kereta Api
Berita Terkait
- Pemilihan Awak Angkutan Umum Teladan (Abdi Yasa) Tingkat Kabupaten Purworejo Tahun 2019. 0
- Rakor Lintas Sektoral Persiapan Menjelang Lebaran 20190
Berita Populer
- Bahaya dan Dampak Narkoba Pada Hidup dan Kesehatan
- Jadwal KA Prameks Rute Kutoarjo - Jogja – Solo Terbaru
- 7 Kendaraan Prioritas yang Wajib Didahulukan
- Pengertian Tentang Rambu Lalu Lintas
- Mengenal Jenis-jenis Perlengkapan Jalan
- Mengenal Aturan Uji Kir Kendaraan Umum, Dasar Hukum hingga Sanksi
- Jadwal dan Tarif Bus Damri Dari Purworejo, Kebumen, Magelang ke Bandara Internasional Yogya
- Fungsi Pagar Pengaman (Guard Rail)
- Aturan Tentang Modifikasi Motor
- Dishub Purworejo Gelar Apel Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Demi keselamatan kita ketika mengendarai kendaraan melewati palang pintu perlintasan kereta api, Pemerintah telah menyusun peraturan perundangan terkait hal tersebut. Tertuang pada Undang-undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan, yaitu pada pasal 114.
Adapun bunyi pada pasal 114 tersebut adalah “Pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan Jalan, Pengemudi Kendaraan wajib”:
a. berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain;
b. mendahulukan kereta api; dan
c. memberikan hak utama kepada Kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel.
Dari pasal 114 tersebut kemudian dijelaskan mengenai sanksi bagi pengendara yang melanggarnya. Dimana sanksi tersebut tertuang pada pasal 296 , UU no 22 Tahun 2009. Adapun bunyinya adalah “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor pada perlintasan antara kereta api dan Jalan yang tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).
Untuk itu marilah demi keselamatan kita semua #sobatpengendara , taatilah peraturan yang ada . Karena keselamatan kita tergantung pada kesadaran kita sendiri




